Miracle in Cell No 7

Review Miracle in Cell no. 7: Sebuah Pembuktian akan Ketidakbenaran

Industri perfilman korea gue rasa memang sangat kreatif. Banyak sekali film-film korea yang mempunyai jalan cerita drama yang kuat.

Miracle In Cell No. 7 adalah sebuah drama korea yang menjadi box office di negaranya sendiri. Gue termasuk orang yang sama sekali belum pernah dan tidak tertarik dengan drama korea, group band dan semacamnya.

Tapi kali ini film drama korea pertama yang gue tonton cukup bikin gue mewek dan gue tidak menyesalinya.

Review Miracle In Cell No. 7

Miracle In Cell No. 7 menceritakan pada tahun 1997, Ye Sung hidup dengan ayahnya bernama Lee Yong-Go. Ayahnya menderita keterbelakangan mental.

Ye Sung selalu membantu ayahnya dari membayar tagihan listrik hingga bayaran sekolah. Ye Sung melalukannya sendiri karena ia sudah mengerti keadaan ayahnya tersebut.

Sangat bersyukur karena hal tersebut gak mengurangi rasa cinta kepada ayahnya yang begitu besar. Ayah Ye Sung berprofesi sebagai juru parkir.

Setiap hari Ayah dan Anak ini menatap sebuah toko yang menjual Tas Sailor Moon berwarna kuning. Dikisahkan Ye Sung sangat menginginkan tas itu.

Miracle in Cell No 7

Rotten Tomatoes

Hingga suatu hari setelah Ayahnya gajian, mereka bergegas untuk membeli Tas keinginan Ye Sung. Namun, Ye Sung dan Ayah kalah cepat.

Karena tas tersebut di beli oleh anak dari Komisaris Polisi. Suatu hari saat bekerja, anak yang membeli tas tersebut pun memberi tahu tempat yang menjual Tas Sailor Moon yang persis sama dengannya.

Tetapi di perjalanan, anak tersebut mengalami kecelakaan yang membuat anak tersebut meninggal.

Dari sinilah permasalahan dimulai, Lee Yong-Goo pun dituduh melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap anak tersebut. Lee Yong-Goo yang tidak melakukan kesalahan, dipaksa untuk mengakui kejahatannya, hingga akhirnya Lee Yong-Goo pun masuk penjara.

Ye Sung terancam keselamatannya apabila Lee Yong-Goo tidak mengakuinya. Selama dalam penjara, Lee Yong-Goo bertemu dengan orang-orang baru.

Para narapidana di sana membantu Lee Yong-Goo untuk bertemu dengan anaknya. Setelah beberapa tahun, Ye Sung tumbuh dewasa dan membantu menyelesaikan kasus milik ayahnya.

Ye Sung Sudah Besar

Ye Sung yang telah tumbuh dewasa pun bersahabat baik dengan narapidana di sel 7, dan akhirnya dapat membuktikan bahwa ayahnya tidaklah bersalah, meskipun Lee Yong Goo telah meninggal dunia.

Film Miracle In Cell No. 7 berdurasi 120 menit. Selama film ini berlangsung, akhirnya gue paham kenapa orang-orang merekomendasikan film ini.

Miracle In Cell No. 7 adalah sebuah film drama keluarga yang dapat membuat kita meneteskan air mata. Sebuah cerita tentang hubungan ayah dan anak yang begitu erat ini akan sangat menyentuh penontonnya.

Pemeran dalam film ini sangat mendukung karakter masing-masing, gak disangka film ini bisa bikin gue nangis di satu jam pertama.

Film ini sebenarnya diambil dari kisah nyata lho, guys. Miracle in Cell No. 7 dibuat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1972 di Korea Selatan.

Kemudian pada tahun 2013, film ini hadir untuk mempresentasikan diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami oleh seorang berkebutuhan khusus.

Hal yang membuat film Miracle in Cell No. 7 sangat menarik untuk diikuti adalah bagaimana sutradara Lee Hwan-Kyung, Kim Hwang-Sung, Kim Young-Suk yang beramai-ramai menulis screenplay film ini.

Menurut gue, Miracle in Cell No. 7 menggunakan alur maju mundur. Scene flashback untuk menceritakan Ye Sung saat kecil sebagai saksi kasus ayahnya, dan alur maju untuk menceritakan perjuangan Ye Sung saat dewasa untuk memenangkan kasus ayahnya.

Sebagai sutradara, Lee Hwan-Kyung berhasil mengarahkan filmnya menjadi sebuah drama dengan cerita yang akan menyentuh penontonnya.

Miracle in Cell No. 7 mampu menggiring nyawa dan perasaan yang begitu kuat kepada penontonnya. Film yang menceritakan tentang hubungan ayah dan anak sangat cukup menyayat hati penontonnya.

Jadi buat kalian yang belum menonton filmnya, harus siap-siap tisu ya, guys. Film yang dibintangi oleh Park Shin Hye ini menjadi salah satu film terlaris di tahun 2013.

Tidak hanya itu, Miracle in Cell No. 7 masuk peringkat ketiga sepanjang masa di Korea setelah Along with The Gods: The Two Worlds dan Train to Busan.

Film Korea Miracle in Cell No. 7 kabarnya akan ada versi Indonesia nya lho, guys. Apakah kalian tertarik untuk menontonya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *