10 Film Bioskop Paling Dilarang di Dunia karena Dianggap Kurang Pantas

Film bioskop paling dilarang di dunia menjadi salah satu pembahasan yang menarik dan banyak ditanya oleh penggemar film. Pasalnya, beberapa film ini dianggap kurang pantas dan sangat mengerikan sehingga membuat orang-orang enggan untuk menontonnya.

Beberapa film bioskop yang dilarang ini juga kerap memainkan isu gender yang membuat banyak orang makin membencinya. Penasaran apa saja 10 film bioskop paling dilarang di dunia karena dianggap kurang pantas? Ini ulasan lengkapnya.

Film Bioskop Paling Dilarang di Dunia

Inilah daftar 10 film bioskop paling dilarang di dunia yang bisa kamu ketahui.

1. The Texas Chainsaw Massacre (1974)

Film horor legendaris The Texas Chainsaw Massacre menempati posisi istimewa di hati para penggemar genre ini. Sosok Leatherface telah menjadi salah satu karakter antagonis paling terkenal dalam sejarah film horor. Kisahnya mengikuti sekelompok remaja yang kehabisan bahan bakar saat perjalanan menuju konser.

Mereka mencari pertolongan, tetapi malah tersesat ke dalam rumah seorang psikopat bersenjatakan gergaji mesin, yang hidup bersama keluarga kanibalnya. Karena tingkat kekerasannya yang ekstrem, film ini sempat dicekal di berbagai negara, termasuk Inggris dan Australia. Jika berani, apakah kamu siap menontonnya?

2. Salo, or The 120 Days of Sodom

Disutradarai oleh Pier Paolo Pasolini, Salo, or The 120 Days of Sodom adalah film yang langsung menuai kontroversi sejak perilisannya. Berlatar Perang Dunia II, film ini berkisah tentang empat pejabat tinggi yang bekerja sama dengan pasukan Nazi untuk menculik sekelompok pemuda.

Mereka dikurung selama 120 hari dan dipaksa mengalami berbagai bentuk penyiksaan dan pelecehan. Karena muatan sadisnya, film ini sempat dilarang tayang di beberapa negara. Bahkan, pemutaran terbatas di London pada tahun 1976 berujung pada penggerebekan dan penyitaan film oleh polisi. Tak heran, banyak yang menganggap film ini terlalu ekstrem untuk disaksikan.

3. Hail Mary

Sutradara Prancis Jean-Luc Godard merilis Hail Mary, sebuah drama erotis yang menafsirkan kembali kisah Bunda Maria dalam latar modern. Film ini mengikuti perjalanan Marie yang berusaha menjaga kesuciannya meskipun memiliki kekasih bernama Joseph.

Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi—Marie hamil tanpa pernah melakukan hubungan seksual. Film ini menuai kritik keras, terutama dari komunitas religius, karena menampilkan tema spiritual yang dikombinasikan dengan adegan telanjang eksplisit. Bahkan, Paus Yohanes Paulus II mengutuk film ini, menyebutnya sebagai karya yang menyinggung perasaan umat beriman.

4. The Last Temptation of Christ

Disutradarai oleh Martin Scorsese, The Last Temptation of Christ menawarkan sudut pandang unik tentang kehidupan Yesus. Film ini menggambarkan bagaimana ia menghadapi berbagai cobaan manusiawi, termasuk ketakutan, keraguan, serta keinginan duniawi. Salah satu adegan yang paling menuai protes adalah saat Yesus digambarkan tergoda untuk menjalani kehidupan normal, termasuk berkeluarga.

Bagi banyak kalangan religius, film ini dianggap melecehkan iman dan memutarbalikkan kisah suci, sehingga dilarang di beberapa negara.

5. A Clockwork Orange

Clockwork Orange, film karya Stanley Kubrick, menjadi salah satu film paling kontroversial dalam sejarah sinema. Mengangkat tema kenakalan remaja, kekerasan, serta manipulasi psikologis, film ini berkisah tentang Alex, seorang pemuda yang gemar melakukan tindakan brutal sambil mendengarkan musik klasik.

Setelah tertangkap, ia menjalani program rehabilitasi kejiwaan yang mempertanyakan batas antara kejahatan dan kebebasan manusia. Karena banyaknya adegan sadis, beberapa negara melarang peredarannya. Bahkan, Kubrick sendiri sempat menerima ancaman keselamatan akibat dampak dari film ini.

6. A Serbian Film

Film horor eksploitasi asal Serbia ini dirilis pada tahun 2010 dan menjadi debut sutradara Srđan Spasojević. Kontennya yang ekstrem membuatnya dilarang di puluhan negara.

Mengangkat kisah industri film dewasa dengan unsur kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur, film ini menuai kecaman luas karena menampilkan adegan yang dinilai sangat mengganggu.

7. Cannibal Holocaust

Dirilis pada 1980, Cannibal Holocaust adalah film horor yang mengadopsi konsep dokumenter palsu. Sutradara Ruggero Deodato mengisahkan perjalanan seorang profesor yang menemukan rekaman kru film yang hilang di pedalaman Amazon.

Cuplikan tersebut memperlihatkan kejahatan mengerikan, termasuk penyiksaan dan kanibalisme. Film ini juga menampilkan kekerasan terhadap hewan secara nyata, yang memicu kemarahan banyak pihak. Bahkan, sang sutradara sempat menghadapi tuduhan pembunuhan karena realisme dalam filmnya, meskipun akhirnya dibebaskan setelah para aktor muncul untuk membuktikan bahwa mereka masih hidup.

8. Child 44

Film thriller misteri ini, yang diadaptasi dari novel karya Tom Rob Smith, berlatar di Uni Soviet era Stalin. Ceritanya berfokus pada seorang agen yang menyelidiki kasus pembunuhan berantai terhadap anak-anak, yang ditutup-tutupi oleh pemerintah.

Namun, film ini menuai kontroversi karena dianggap memutarbalikkan sejarah dan akhirnya dilarang di beberapa negara di kawasan bekas Uni Soviet.

9. Fifty Shades of Grey

Film drama romantis berbalut erotisme ini mengisahkan hubungan antara mahasiswi Anastasia Steele dan pengusaha kaya Christian Grey, yang diwarnai elemen BDSM.

Berbeda dari kebanyakan kisah cinta, film ini lebih menonjolkan aspek seksual, yang membuatnya dikecam di berbagai negara. Meski tayang di banyak tempat tanpa sensor, beberapa negara, termasuk Indonesia, melarang penayangannya karena dianggap terlalu vulgar.

10. The Da Vinci Code

Diadaptasi dari novel laris karya Dan Brown, film thriller ini mengangkat misteri seputar Gereja Katolik dan konspirasi yang terkait dengan Yesus Kristus.

Dua tokoh utama yang diperankan oleh Tom Hanks dan Audrey Tautou terjebak dalam perburuan kebenaran yang mengungkap rahasia besar yang tersembunyi selama ribuan tahun. Karena temanya yang sensitif, film ini dilarang di beberapa negara dengan alasan penghinaan terhadap agama.

Mengapa Film Tersebut Dilarang?

film bioskop
10 Film Bioskop Paling Dilarang di Dunia karena Dianggap Kurang Pantas 4

Film bisa dilarang di berbagai negara karena berbagai alasan, tergantung pada norma budaya, agama, dan hukum yang berlaku di masing-masing wilayah. Konten eksplisit dan kekerasan berlebihan menjadi salah satu penyebab utama, seperti yang terjadi pada A Serbian Film dan Cannibal Holocaust, yang menampilkan adegan mengganggu, termasuk kekerasan ekstrem dan pelecehan seksual.

Selain itu, pelanggaran norma agama dan moral juga menjadi faktor, seperti The Da Vinci Code yang dianggap menistakan agama dan dilarang di beberapa negara.

Film yang mendistorsi sejarah atau mengangkat isu politik sensitif juga sering menghadapi larangan, seperti Child 44, yang dicekal di negara-negara eks-Uni Soviet karena dianggap memberikan gambaran keliru tentang sejarah Rusia.

Beberapa film dilarang karena dikhawatirkan memicu keresahan sosial atau konflik antar kelompok masyarakat. Selain itu, eksploitasi dan perlakuan tidak etis terhadap aktor atau hewan, seperti yang terjadi pada Cannibal Holocaust, juga bisa menjadi alasan larangan. Setiap negara memiliki aturan sensor yang berbeda, sehingga satu film bisa bebas tayang di suatu negara tetapi dilarang di negara lain.

Jangan sampai ketinggalan update berita soal film dan pembahasan unik soal film hanya di BahasFilm.id.

Penulis
  • Bang Adam

    Suka berbagai genre film. Pelan-pelan hobi nonton jadi hobi review dan akhirnya beneran kecebur di dunia kepenulisan film. Hobi jadi kerjaan? Kenapa gak?

Share:

Tinggalkan komentar

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.